Friday, 17 February 2017

Kemenangan Pilkada DKI 2017, Kemenangan Rakyat DKI Jakarta

PILKADA DKI ADALAH KEMENANGAN WARGA DKI JAKARTA

Pemilihan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta tahun ini baru saja berlangsung pada hari Rabu kemaren tertanggal 15 Februari 2017. Warga DKI Jakarta tentunya sudah memberikan suaranya masing-masing sesuai dengan kadidat yang mereka inginkan dan tentunya pencoblosan ini berjalan aman dan damai. Dari hasil pemilihan tersebut dan berdasarkan perhitungan cepat yang dilakukan beberapa lembaga survey menunjukan dari ketiga kandidat calon dimana pasangan calon nomor urut 2 dan tiga bersaign ketat dalam perolehana suara sementara nomor urutan satu berada di bawahnya dalam perolehan suara pada pilkada DKI Jakarta 2017 ini. Perolehan suara yang diperoleh yaitu dari pasangan Nomor urut 1 Agus-Sylvi 17.42 %, Pasangan Nomor 2 Ahok-Djarot 42.10% dan pasangan nomor urut 3 meraih 40.48 % suara. Dari hasil tersebut diperkirakan KPUD DKI Jakarta akan melanjutkan pemilihan tahap kedua karena belum mencapai angka kemenangan yang memenuhi target yaitu 50.1 % suara.

Pasangan calon yang akan berhak mengikuti tahap kedua tersebut yaitu pasangan calon nomor urut 2 dan 3 untuk menentukan siapa yang berhak untuk memimpin DKI Jakarta lima tahun kedepan. Dari berbagai kalangan tentunya berharap perhitungan suara ini berjalan dengan aman, transparan dan terbuka agar tidak menjadi pertanyaan ditengah masyarakat khususnya warga DKI Jakarta ini karena kita semua tentunya sangat memahami jika kondisi saat ini sedang dalam keadaan yang kurang baik dalam negeri ini. Untuk yang belum menang tentunya dapat bersikap bijaksana dan lapang dada dalam menerima suara yang diberikan oleh warga DKI Jakarta ini. Sementara untuk yang unggul, agar tidak berlebihan merayakan keunggulan tersebut demi menjaga keamanan dan kenyaman di DKI Jakarta ini.

Kita semua tentunya sangat memahami pula, jika pada sebuah pertandingan, sebuah perlombaan dan sebuah persaingaan tentunya ada yang menang dan ada yang kalah. Kalah bukan berarti menyerah ataupun tidak berhasil, namun kalah kadang salah satu cara tuhan memberikan kita waktu untuk mengisi kekalahan itu dengan semangat baru, menyadari diri bahkan sesuatu yang dapat memberikan kita arti hidup agar kita lebih dewasa dalam bersikap dan intropeksi diri agar dapat meraih kemenangan kelak nanti dengan nikmat. Sementara kemenangan bukan juga sebuah hadiah dari tuhan yang disuguhkan dengan rasa manis didalamnya, namun kemenangan juga kadang salah satu cobaan dari tuhan agar kita dapat memegang kemenangan itu dengan baik tanpa ada rasa sombong, arogan, sewena-wena bahkan lupa diri bahkan janji kepada mereka yang sudah bersusah payah memjadikan kita seorang pemenang seperti kemenangan yang dirasa kandidat Pilkada DKI Jakarta tahun ini.

Hingga pemilihan tahap pertama ini usai lalu akan melanjutkan pemilihan tahap kedua nanti, siapapun yang menang dan berhak memimpin DKI Jakarta ini, Maka kemenangan itu adalah kemenangan semua lapisan masyarakat DKI Jakarta tanpa terkecuali dan kita tak boleh saling menghujat, saling membenci hingga rasa satu kesatuan kita semua terganggu hanya karena kita berbeda suara saja dalam pemilihan ini. Jakarta milik kita semua, kita Indonesia yang dari dulu selalu satu hati, satu rasa dan satu tujuan dalam perbedaan yang beragama hingga terbentuk jiwa persatuan dan kesatuan yang membuat kita begitu kuat. Semoga bermanfaat untuk kita semuanya, terima kasih.


Sumber : blogdetik

Strategi Pilgub Putaran Kedua, Ahok Serahkan Ke Timses Ahok-Djarot

Strategi Pilgub Putaran Kedua, Ahok Serahkan Ke Timses Ahok-Djarot.

Calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) enggan menanggapi lebih lanjut mengenai strategi yang ia siapkan pada putaran kedua Pilgub DKI. Ahok menyerahkan soal strategi itu kepada tim pemenangan.

"Ya nanti tanya sama timses," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2017).

Ahok juga enggan berkomentar saat ditanya mengenai komunikasi kubu Ahok-Djarot dengan kubu pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni. Begitu pula saat ditanya perihal komunikasi dengan partai pengusung Agus-Sylvi.

"Belum," jawabnya singkat.

Sebelumnya, calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan strategi yang akan dilakukan di putaran kedua nanti. Ia mengaku akan terus memperhatikan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat Jakarta.

"Kita akan terus fokus pada apa yang menjadi kebutuhan bagi warga Jakarta," kata Anies di Jalan Cikajang No 60, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/2).

Program-program prioritas seperti yang sering ia sampaikan sebelumnya akan terus disosialisasi kepada masyarakat. Program itu meliputi peningkatan lapangan pekerjaan dan pendidikan yang berkualitas serta tuntas. Salah satunya OK OCE. 


Sumber : detik

Thursday, 16 February 2017

Siapa Menang Di Kandang Lawan, Djarot Kalah Di TPS Sendiri

Siapa Menang Di Kandang Lawan?

Perolehan suara pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul di TPS tempat Djarot Saiful Hidayat. Cawagub DKI yang juga calon petahana itu legawa dan mengatakan TPS 08 Kelurahan Kuningan Timur, Setiabudi, Jaksel, memang basis pasangan nomor urut 3.

"Nggak apa-apa, jadi memang saya kan nggak ngerti, tapi di situ memang basisnya Pak Anies, jadi enggak apa-apa," ujar Djarot di gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2017).

Djarot menyebut kekalahan di TPS-nya itu tidak begitu jauh. Apalagi dia mengaku unggul di sejumlah tempat, seperti di TPS Sandiaga dan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Kan kalahnya nggak begitu tinggi. Di TPS-nya Pak Sandi saja dia kalah, di TPS Pak Agus saja dia kalah. Di Petamburan saja menang kita," ungkap dia.

Lantas apa strategi Djarot menghadapi putaran kedua?

"Ya maksimal kita," jawab Djarot singkat.

Sebelumnya diberitakan, pasangan Ahok-Djarot kalah di TPS tempat Djarot mencoblos. Di TPS 08 Kelurahan Kuningan Timur, Setiabudi, Jaksel, itu, suara terbanyak diperoleh Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Dalam perolehan suara di tempat itu, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat 84 suara, Ahok-Djarot 93 suara, dan Anies-Sandiaga 140 suara. 


Sumber : detik.com

Hasil Perhitungan Sementara, Real Count Pilkada DKI Mengunakan Data SITUNG

Setelah melakukan Pesta Demokrasi serentak dibeberapa daerah di Seluruh Indonesia, Ada yang menarik dalam pilkada kali ini yaitu di daerah Ibukota Jakarta.

Anda dapat melihat secara online dan ter-update dari perhitungan pilkada-dki.beritagar.id/real-count.

Penghitungan riil (real count) di laman tersebut bukan hasil penghitungan cepat, tapi menggunakan data dari laman SITUNG (Sistem Informasi Penghitungan Suara) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Setelah selesai penghitungan suara di 13.121 TPS se-DKI Jakarta, data akan dikirim dari KPPS ke tingkat kota saat itu juga. Lalu data Formulir C1, atau hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat TPS, akan dipindai dan dimasukkan ke sistem KPU.
Data-data ini bukan hasil resmi dan final, karena kesalahan pada Form C1 masih dimungkinkan. Penghitungan resmi dilakukan secara manual, dan hasilnya ditetapkan melalui Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan KPU secara berjenjang mulai dari tingkat desa sampai dengan tingkat kabupaten/provinsi.

Pemungutan dan penghitungan suara Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung pada 15 Februari 2017, selanjutnya KPU DKI Jakarta akan merekapitulasi suara pada 16-27 Februari 2017. Adapun penetapan pasangan calon terpilih rencananya dilakukan pada 11-13 Maret 2017.


Sumber : pilkada-dki

AHY Terima Kekalahan, Annisa Pohan Dampingi AHY dan Menangis

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kekalahannya di Pilkada DKI Jakarta. Saat menyampaikan pidato kekalahannya, Agus sempat mengucapkan terima kasih atas dukungan istrinya, Annisa Pohan, yang membuat mantan presenter olahraga ini menitikkan air mata.

“Tentunya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada keluarga tercinta saya, khususnya Annisa, istri saya dan Aira, putri saya, yang setiap saat mendampingi saya dalam perjuangan dan doa,” tutur AHY dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (15/02/2017).

Kata-kata Agus inilah yang membuat Annisa Pohan berkaca-kaca dan terlihat mengusap air mata karena terharu.

“Mohon maaf tentunya kalau saya jadi jarang sekali untuk menemani keluarga, khususnya Aira. Tapi Insya Allah ini ada hikmah yang terbaik untuk kita semua dari Allah,” lanjut Agus.

Kata-kata Agus inilah yang membuat Annisa Pohan berkaca-kaca dan terlihat mengusap air mata karena terharu. Perjuangan Anisa Pohan selama mendampingi AHY selama mencalonkan dalam Pilgub DKI Jakarta dan perannya dalam masa-masa kampanye dinilai mampu menjadi magnet di masyarakat.

Keterlibatan Annisa Pohan di dalam tim pemenangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menarik diperhatikan. Posisinya dalam giat kampanye bahkan disamakan dengan pasangan Agus-Sylviana. Tiap hari sejak masa kampanye, ada saja agenda blusukan yang dilakukan Mantan Gadis Sampul 1997 ini.

Menurut Juru Bicara Tim Kampanye Agus-Sylvi Rico Rustombi mengatakan belum bisa memastikan seberapa efektif kehadiran Annisa terhadap pertambahan suara Agus-Sylviana. Akan tetapi, sebagai salah satu juru kampanye Agus-Sylvi, Annisa mampu menjadi magnet di masyarakat.

Selain itu, dalam pidatonya, Agus juga mengucapkan terimakasih kepada partai pengusungnya: Partai Demokrat, PKB, PAN, dan PPP. Dia mengaku telah berusaha menjalankan visi misi dan programnya selama kampanye. “Namun Allah SWT belum mengizinkan saya dan Ibu Sylviana memimpin Jakarta,” kata Agus.

Dalam konferensi pers tersebut Agus tampak didampingi Anisa Pohan. Hadir juga Sylviana Murni, Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo.

Menurut hasil hitung cepat beberapa lembaga survei menyatakan bahwa pasangan Ahok-Djarot menang. Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting menempatkan pasangan nomor urut 2, Ahok-Djarot sebagai pemenang dengan 43,16 persen suara.

Sedangkan pasangan nomor urut 3, Anies-Sandi berada di posisi kedua dengan perolehan 40,12 persen suara. 


Sumber : tirto.id

Ahok Menang 278 suara, Di TPS 17 Markas FPI Petamburan

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat menang di tempat pemungutan suara 17. TPS itu juga menjadi tempat Rizieq Husein Shihab menggunakan hak suaranya untuk memilih. Dari hasil penghitungan, Ahok-Djarot mengungguli pasangan lain dengan perolehan sebanyak 278 suara.

Sementara suara terbanyak nomor dua dipegang oleh pasangan Anies-Sandi dengan perolehan 212 suara. Sedangkan pasangan Agus-Sylvi hanya memperoleh 38 suara. Perhitungan suara dilakukan sejak pukul 14.00 ini sempat terjadi permasalahan, ada perbedaan jumlah suara. Suasana riuh ketika penghitungan surat suara dilakukan. 

Warga mulai bersorak-sorai saat penghitungan pertama kali dimulai. Mereka berteriak saat pasangan calon nomor urut satu, Agus-Sylvi dan pasangan calon nomor urut tiga, Anies-Sandi mendulang suara. Namun teriakan itu tidak terjadi pada pasangan calon nomor urut dua, Ahok-Djarot, warga mengumpat ketika petugas menyebut nama Ahok.

"Nomor 2," ujar Heri, panitia TPS 17 saat mengumumkan penghitungan surat suara di Rabu (15/2). 

"Huuuu," teriak warga menimpali suara panitia.

Sorakan itu semakin menjadi ketika nama Ahok-Djarot lebih sering disebut dibanding pasangan lain.

Selama penghitungan, pertarungan sengit terjadi antara pasangan Ahok-Djarot dengan Anies-Sandi. Keduanya merupakan calon paling sering disebut saat menghitung kertas suara. Tercatat di TPS 17 ada 533 orang yang masuk daftar pemilih tetap, namun sebanyak 210 suara tak menggunakan hak pilih mereka untuk datang ke TPS.

Sementara di TPS 37, Kelurahan Petamburan, Ahok Djarot juga menggungguli pasangan lain dengan perolehan 153 suara. Sementara pasangan Anies-Sandi di TPS itu memperoleh 128 suara disusul Agus dengan perolehan 42 suara. Berdasar jumlah pemilih yang menggunakan haknya di TPS 37, tercatat pemilih yang menggunakan hak suaranya 326 orang. Rinciannya, 323 suara sah dan 3 suara tidak sah. Sesuai data KPU, jumlah TPS di Kecamatan Tanah Abang sebanyak 198 TPS. Sedangkan jumlah pemilih tetap di kecamatan itu sebanyak 114, 064 orang.

Update (16.15): Sempat terjadi ketegangan ketika jumlah penghitungan surat suara telah selesai dilakukan. Anggota Front Pembela Islam yang ikut menyaksikan penghitungan itu meminta surat suara dihitung ulang. Muaranya adalah jumlah 210 surat suara yang tidak digunakan. Akhirnya panitia menghitung ulang jumlah surat suara tersebut. Hingga kini penghitungan surat suara masih dilakukan. 


Sumber : tirto.id

Agus-Sylvi Tertinggal di Quick Count, Partai Demokrat: Kami Temukan Kecurangan

Jakarta - Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tertinggal di hasil hitung cepat. Juru bicara Partai Demokrat (PD) menyebut pihaknya menemukan sejumlah kecurangan.

"Sudah ada yang masuk, tetapi belum kita kumpulkan. Di grup kita, sudah lihat beberapa," ungkap juru bicara PD Dede Yusuf di posko pemenangan Agus-Sylvi, Wisma Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017).

Dede pun menyebut di sejumlah wilayah yang menurut pihaknya terjadi kecurangan dalam pemungutan suara. Namun dia tidak menjelaskan secara detail apa bentuk kecurangan tersebut.

"Ada di wilayah Cakung, Pluit, Kelapa Gading. Yang menyebarkan isu atas nama pasangan kita pun ada juga. Jadi ini semua masih disusun," sebut Dede.

Mengenai hasil quick count sejumlah lembaga survei, pasangan Agus-Sylvi berada di posisi buncit. Dede menilai belum saatnya mengambil kesimpulan.

"Kira-kira jam 16.30 WIB-lah konkretnya. Sekarang kita masih menunggu," tutur anggota DPR itu.

Selain Dede, sejumlah petinggi PD mulai berdatangan ke posko pemenangan Agus-Sylvi ini. Seperti Agus Hermanto, Syarief Hasan, Hinca Pandjaitan, dan Nachrowi Ramli.

Cawagub Sylviana Murni sendiri juga sudah datang. Namun Agus dan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini belum juga tiba di Wisma Proklamasi. Rencananya, mereka akan mengikuti nonton bersama hasil penghitungan suara.

"Ya kita ikuti saja dulu perkembangan perolehan suara gimana, mudah-mudahan, insya Allah," sebut Syarief di lokasi yang sama.

Beberapa hasil hitung cepat telah mulai bermunculan, meski data tersebut masih terus diperbarui sesuai dengan data yang masuk. Seperti hasil Polmark Indonesia pada pukul 15.00 WIB yang menyebut pasangan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang unggul dengan perolehan 41,1 persen.

Kemudian disusul oleh Anies Baswedan-Sandiaga Uno di angka 40,5 persen. Pasangan Agus-Sylvi berada di posisi terakhir dengan perolehan 18,4 persen. Data suara yang masuk per 15.00 WIB itu baru 36,25 persen.


Sumber : detik.com