Thursday, 26 January 2017

Tiga Mahasiswa UII meninggal setelah mengikuti Diksar Mapala UII

Latihan pendidikan dasar Mapala UII Yogyakarta memakan korban jiwa. Tiga mahasiswa tewas setelah mengikuti Diklatsar The Grand Camping (TGC) yang digelar Mapala Universitas Islam Indonesia (UII).

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap kejadian tersebut tidak terulang. Peristiwa tersebut semestinya bisa dihindari. Tindak kekerasan yang terjadi ini tidak baik bagi dunia pendidikan.

"Bagi dunia pendidikan kurang bagus. Mestinya itu bisa dihindari. Yang muda harus merasa dilindungi oleh yang senior. Bukan sebaliknya, yang muda manut yang senior sehingga kondisi lelah tetap dipaksa, ini yang menimbulkan masalah," kata Sultan HB X di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (24/1/2017).

Sultan mengatakan, sebelum melakukan kegiatan Diklatsar Mapala, sebaiknya dilakukan cek kesehatan kepada para peserta. Kondisi kesehatan peserta harus dicek setiap hari selama kegiatan karena tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga psikis.

Tiga mahasiswa UII, yakni Ilham Nurfadmi Listia Adi (20), Muhammad Fadli (19), dan Syaits Asyam (19), meninggal dunia setelah menggikuti kegiatan TGC di lereng selatan Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari 2017.
(rvk/dnu)

Sumber : detik.com

Tuesday, 24 January 2017

Kata Uus soal Habib Rizieq dimedia sosial yang sekarang dibully nettizen

Persoalan yang menimpa ulama Habib Rizieq memang menarik perhatian masyarakat. Namun tak sedikit pula yang berkomentar miring di sosial media termasuk dari kalangan selebriti. Pelawak Uus juga ikut menuliskan postingan-postingan yang berbau sindiran kepada FPI dan Habib Rizieq lewat akun twitternya. Alhasil, postingannya itu lalu menjadi pembahasan di akun-akun gosip Instagram. 

Netizen menganggap lawakan pelawak berkepala plontos itu samasekali tidak lucu dan memicu konflik baru terkait SARA.

“Emang Rizieq ulama? *boooooom*,” tulis Uus di twitternya. 
Aku kira pulo doang yang gadung, ternyata ulama juga,” kata di postingan lainnya.

Postingannya itulah yang dianggap memicu isu SARA di tengah masyarakat. Mereka menganggap lawakan Uus garing dan tidak bermanfaat. “Emang mas U’us pelawak??? Kok lawakannya blas gak ada lucu lucunya?? P.s : Minjenk gak belain si habib yess.. Cuma sepatutnya sadar diri posisi sebagai apa? Tolong jangan sara kalo anda sebagai publik figur,” tulis akun Jenk Kellin, Senin (23/1/2017). 

Sepakat dengan Jenk Kellin, para netter juga merasa apa yang diucapkan Uus sebagai publik figure sangat tidak bermutu. Mereka bahkan menganggap Uus ingin terkenal dengan membuat postingan yang kontroversial. “Ahh cari sensasi nih. Habib itu digelarkan kepada cicit cicit nabi Muhammad,” komentar akun @tuyul_dewasa. “Kalo ga suka ulama, ga usah bekoar2 yg kaga2.. mending belajar ngaji lagi, kenali isi Al-Qur’an dgn baik, pahami isinya, praktekin di kehidupan sehari2.. kalo ga mau, lebih baik DIAM,” ketus @ilyashop. “Nggak suka dari awal sama si BOTAK ni! Ganteng ngga, skill jg ngga ada, congor aja yg digedein,,, suek!!!” sahut @andieisback Sebelumnya Uus juga sempat diprotes oleh para K-popers karena dianggap menghina mereka. Uus pada saat itu mengatakan dirinya lebih baik melihat perempuan yang suka dugem dibanding perempuan yang jerit-jerit melihat idola mereka.



Monday, 23 January 2017

Rizieq Shihab diperiksa sebagai saksi, FPI minta Rizieq Shihab dibebaskan

Akhir-akhir ini banyak berita tentang Ahok dan Rizieq Shihab beredar, dan yang paling menarik adalah banyak yang saling melaporkan keduanya dari berbagai pihak. 

Rizieq Shihab dilaporkan terkait kasus logo uang yang dikeluarkan dari Bank Indinesia ada gambar logo Palu Arit.

Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus uang berlogo palu arit di Mapolda Metro Jaya. Massa FPI berdemo meminta polisi menghentikan penyidikan terhadap pemimpin FPI tersebut.

"Bebaskan Habib Rizieq. Jangan kriminalisasi ulama," ujar salah satu orang yang berorasi dari atas mobil komando menggunakan pengeras suara.

Mereka berorasi di depan Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017) pagi.

Dia juga meminta polisi agar tetap menjaga indepedensi dalam menangani kasus tersebut. Jangan sampai ada pihak yang menunggangi kasus itu.

"Polisi jangan mau dijadikan alat untuk kepentingan politis," ucap dia.

Mendengar orasi tersebut, para peserta aksi langsung mengucapkan takbir. Sebelumnya juga massa sempat menyanyikan lagu kebangsaan, "Indonesia Raya", saat baru tiba di Mapolda Metro Jaya.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Massa Front Pembela Islam berunjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1/2017). Pimpinan FPI Rizieq Shihab diperiksa oleh Subdirekorat Fiskal, Moneter, dan Devisa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, terkait ucapannya soal gambar palu arit di logo Bank Indonesia dalam lembaran uang rupiah.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan sempat meminta massa tidak menutup jalur cepat Jalan Jenderal Sudirman.

"Tolong agar tetap di jalur lambat, jangan di jalur cepat, massa tetap di luar," kata Iwan kepada massa di lokasi.

Susunan kawat berduri yang panjang membatasi massa agar tak melintasi area Mapolda Metro Jaya. Puluhan polisi bersenjata laras panjang menjaga ketat Gedung Polda Metro Jaya dari pintu keluar Gatot Subroto dan pintu Jalan Sudirman.

Selain polisi, ada belasan tentara yang menunggu di dalam area Mapolda Metro Jaya. Sembilan mobil barakuda disiagakan di lokasi.

Kawat besi juga sudah melintang di pintu gerbang utama yang berada di Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu, satu mobil damkar juga bersiaga di depan Direktorat Reserse Kriminal Khusus, tempat Rizieq akan diperiksa.

Rizieq akan diperiksa oleh Subdirekorat Fiskal, Moneter, dan Devisa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, terkait ucapannya soal gambar palu arit di logo Bank Indonesia dalam lembaran uang rupiah.


Lowongan Kerja PT. Tirta Makmur Perkasa Jateng DIY (Semarang, Kudus, Pekalongan, Tegal, Magelang, Jogja, Solo, Purwokerto)

Lowongan Kerja PT. Tirta Makmur Perkasa Salesman dan ASPR (Area Sales Promotion Representative) daerah Jateng DIY (Semarang, Kudus, Pekalongan, Tegal, Magelang, Jogja, Solo, Purwokerto).

Lowongan Kerja PT. Tirta Makmur Perkasa
Kawasan Industri Candi Gatot Soebroto BIok 1O No. 2-3 Ngaliyan Semarang.

ASPR (Area Sales Promotion Representative)
Kategori Posisi           : Penjualan / Sales
Deadline                     : 2 Februari 2017 (valid 10 hari lagi)
Bidang Industri           : Produk Konsumsi
Pendidikan Minimal   : Diploma
Jenis Lowongan         : Full Time
Penempatan               : Jateng dan DIY 

Syarat Umum :
Laki-laki
Usia max 28 tahun
Pendidikan S1 Semua jurusan 
Fresh Graduate atau pengalaman di bidang marketing 1 tahun
Menyukai pekerjaan lapangan, target oriented, mampu membuat analisa report (MS Excel)
Bersedia ditempatkan di Jateng DIY (Semarang, Kudus, Pekalongan, Tegal, Magelang, Jogja, Solo, Purwokerto)

Job desc ASPR :
Bertanggung jawab terhadap sales di areanya
Melaksanakan dan melaporkan aktivitas marketing dan promosi
Melakukan analisa market, monitoring competitor dan promo.


Salesman
Kategori Posisi           : Penjualan / Sales
Deadline                     : 2 Februari 2017 (valid 10 hari lagi)
Bidang Industri          : Produk Konsumsi
Pendidikan Minimal  : Diploma
Jenis Lowongan         : Full Time
Penempatan              : Jateng dan DIY 

Syarat Umum :
Laki-laki
Usia max 28 tahun
D3 Semua jurusan
Fresh Graduate atau pengalaman di bidang marketing 1 tahun
Bersedia ditempatkan di Jateng DIY (Semarang, Kudus, Pekalongan, Tegal, Magelang, Jogja, Solo, Purwokerto)

Job desc Salesman :
Melakukan penjualan produt ke customer, promosi, dan display product.

Kirim lamaran lengkap ke :
HRD PT. TIRTA MAKMUR PERKASA
alamat email hr.tmpsmg@tmp-club.co.id (max 5 MB)
atau kirim berkas lamaran ke alamat :
Kawasan Industri Candi Gatot Soebroto, Ruko Blok 10 No. 2-3 Ngaliyan, Semarang


Polisi Alihkan Arus Lalulintas Jelang Pemeriksaan Habib Rizieq

Hari ini Habib Rizieq diperiksa dan polisi mulai alihkan arus lalulintas di depan Mapolda Metro Jaya.
Dihimpun dari Tribunnews, Petugas Kepolisian yang berada di depan pintu gerbang Mapolda Metro Jaya mulai melakukan pengalihan arus lalu lintas.
Kendaraan yang akan melalui jalur lambat dialihkan untuk langsung berjalan di jalur cepat untuk menempatkan massa ormas Islam yang akan berdemo di depan Mapolda Metro Jaya.
Sementara itu, pengendara yang berada di kawasan SCBD Sudirman, sudah tidak dapat lagi menuju ke Jalan Sudirman karena ditutup dan harus memutar arah baik ke arah Jalan Senopati, ataupun mengarah ke Jalan Gatot Subroto.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ermayadi menjelaskan bahwa pengalihan arus akan bersifat situasional dan melihat kondisi yang ada.
"Jika tetap memungkinkan untuk jalan, ya tetap berjalan seperti biasa. Kalau massa sudah terlalu membludak, baru akan kami tutup dan alihkan arus," jelasnya di Jakarta, Senin (23/1/2017).
Massa ormas Islam diketahui akan melakukan pengawalan atas pemeriksaan kasus dugaan penghinaan uang baru dengan terlapor Imam Besar FPIRizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya. Pemeriksaan dijadwalkan akan berlangsung pada pukul 10.00WIB.
Selain Rizieq, penyidik sudah meminta keterangan tiga saksi pelapor dan tiga saksi ahli, yaitu ahli bahasa, ahli pidana, dan ahli IT. 
Setelah meminta keterangan saksi, rencananya, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah menaikkan status kasus ke penyidikan. 

Sumber : tribunnews.com

Saturday, 21 January 2017

Sylviana Murni Diperiksa lebih dari tujuh jam terkait Dana Hibah yang diduga Dikorupsi

Sylviana Murni Terkait Dana Hibah, Usai diperiksa Bareskrim, Sylviana Murni sebut dana hibah ditandatangani jokowi.

Berikut ulasan dari Tribunnews, Usai diperiksa lebih dari tujuh jam, calon wakil gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni mengatakan surat yang dibuat penyidik Bareskrim Polri ada kesalahan.

Sylvi diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana bansos Pemprov DKI Jakarta mulai pukul 08.00 WIB pagi tadi.

"Surat panggilan ini, saya harus menjelaskan di dalam surat panggilan ini memang dipanggil nama saya. Tapi di sini ada kekeliruan. Yaitu di sini tentang pengelolaan dana Bansos Pemprov DKI Jakarta. Padahal ini bukan dana Bansos. Tetapi ini adalah dana hibah, sesuai dengan yang harus saya sampaikan dengan bukti yang jelas supaya semua terang benderang," kata Sylvi kepada wartawan di Kantor Dittipikor Bareskrim Polri, Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Jumat (20/1/2017).

Menurut mantan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata dan Kebudayaan ini, dana senilai Rp 6,8 miliar yang dimaksud penyidik Dittipikor Bareskrim Polri bukan dana bantuan sosial (Bansos) melainkan dana hibah.

Dirinya menjelaskan, Kwartil Daerah (Kwarda) Pramuka DKI Jakarta mengelola dana hibah berdasarkan surat keputusan gubernur DKI Jakarta yang saat itu masih dijabat oleh  Joko Widodo (Jokowi).

"Padahal ini bukan dana bansos, tetapi ini adalah dana hibah sesuai dengan SK Gubernur Nomor 235 Tanggal 14 Februari 2014 yang ditandatangani pada saat itu Pak Jokowi (saat menjabat gubernur Jakarta)," ujar Sylviana.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Polri telah melayangkan surat pemanggilan calon Wakil Gubernur DKI nomor urut satu itu berdasarkan surat nomor B/Pk-86/2017/Tipikor perihal permintaan keterangan dan dokumen.

Sebanyak 20 orang yang telah dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial di Kwarda Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014-2015.

Sylvi menjabat sebagai ketua Kwartir Daerah Pramuka DKI Jakarta menggantikan Yudhi Suyoto.

Sylvi terpilih secara aklamasi dan menjabat selama periode 2013-2018.

Siapa yang Laporkan Sylvi?

Di tempat terpisah,  Calon Gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono sangat menyayangkan adanya pelaporan kepada Bareskrim Polri yang menyeret calon wakil gubernur pasangannya, Sylviana Murni.

Ia menjelaskan bahwa pelaporan tersebut terlalu kental aroma politiknya lantaran dilakukan di masa puncak kampanye.

"Yang saya sayangkan seperti ada pihak yang mencari dan mengada-ada kesalahan pihak kami. Seperti ada maksud di balik pelaporan tersebut," ungkap Agus Yudhoyono.

Hal itu disampaikan Agus saat kampanye di kawasan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (20/1/2017).

Friday, 20 January 2017

Kasus Habib Rizieq Ketua FPI Yang Naik Ke Penyidikan.

Kasus Habib Rizieq Yang Naik Ke Penyidikan.

Yah... Akhir-akhir ini banyak berita yang ada dimedia televisi ataupun surat kabar tentang kasus penistaan agama yang dilakukan oleh ahok. Tapi Ketua FPI Habib Rizieq kini juga mengalami hal yang sama atas tuduhan penistaan pancasila atau lambang negara yang dilaporkan oleh beberapa ormas ataupun orang yang merasa lambang negara pancasila merasa dilecehkan.

Mengutip ulasan dari JawaPos, Status kasus dugaan pelecehan Pancasila di Polda Jawa Barat dan dugaan fitnah adanya lambang palu arit di rupiah yang menjerat Habib Rizieq Shihab telah naik dari penyelidikan ke penyidikan. Namun, naiknya status dua kasus tersebut diakui Polri belum diikuti penetapan tersangka. Rizieq sebagai terlapor masih menjadi saksi.

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, memang keduanya telah masuk ke penyidikan walau belum ada tersangkanya. Sebab, dalam penyelidikan, yang paling utama itu menemukan bukti. "Bukti bisa berupa keterangan saksi dan keterangan ahli," jelasnya di Mabes Polri kemarin (19/1).

Bila sudah cukup bukti, status kasus bisa dinaikkan ke penyidikan dengan juga penetapan tersangkanya. Namun, penetapan tersang­ka bisa dilakukan setelah gelar perkara atau tidak. "Semua pertimbangan penyidik," ungkapnya

Apakah sosok tersangka akan sama dengan terlapor? Boy mengutarakan, semua bergantung fakta hukum. Bila dalam penyelidikan diketahui ada nama baru, tentu tersangka tersebut bisa berbeda dengan yang dilaporkan. "Tapi, umumnya tersangka itu pihak yang dilaporkan," jelasnya.

Rizieq sedang menjalani pemeriksaan untuk dua kasus di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat. Boy mengatakan, penyidik dari dua kasus tersebut tentu harus berkoordinasi. Bila kasusnya berbeda, tentu pemeriksaan dan sebagainya bisa dilakukan si­multan. "Tapi, kalau kasusnya sama, bisa dijadikan satu," paparnya.

Sementara itu, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengungkapkan, kasus dengan status sudah masuk ke penyidikan biasanya diikuti kelengkapan barang bukti. "Lengkap semua," ucapnya.

Status kasus yang naik ke penyidikan tanpa tersangka itu berbeda dengan kasus Ahok yang langsung penetapan tersangka. Menanggapi hal tersebut, Ari memastikan bahwa semua hanya soal waktu. "Kalau Ahok itu sudah penyidikan dan gelar perkara kan," paparnya.

Dia memastikan bahwa Polri akan bersikap sama terhadap semua kasus. Semua kasus ditangani secara profesional, tidak ada yang berbeda. "Sama saja kok," terang mantan Kapolda Sulawesi Tengah tersebut. 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Setia Untung Arimuladi menuturkan, Kejati Jabar telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan dari Polda Jabar tentang kasus dugaan pelecehan Pancasila tersebut. "Kami akan ikuti kasus tersebut," ujarnya. Dia menuturkan, kejati akan menunggu pelimpahan berkas tahap pertama kasus tersebut. (idr/c10/agm).


Sumber : www.jawapos.com